Senja itu seperti
iring-iringan bidadari yg akan pulang ke kayangan. Berarak indah penuh warna,
ada nuansa jingga, ungu, biru, merah, hitam. Kita menamai saat itu adl cinta.
Seperti ketika kita merangkai waktu di tepian pantai sambil bergelayut manja di
dekapan.
Kita menamakan moment sebelas bulan lalu itu adl kasih sayg. Dimana kita saling memberikan rasa terdalam sebagai manusia, memadukan semua perbedaan dalam satu langkah untuk saling menerima.
Kita memberi rasa rindu dalam tiap detik yg terlewati. Kita tak hendak berpisah oleh angin semilir yg membelai ujung rambut untuk kemudian sebuah kecupan menutup redupnya mata.
Kita menanti ombak kecil yg bermain di pasir pantai, menggiring camar yg berlari kecil di buih air laut. Kita menamai waktu itu adl hari kita.
Kemudian ketika aku dan kamu terhempas dalam sebuah sudut perpisahan. Kita tak lagi menemukan senja sebagai impian yg sering kita kejar di ujung laut. Bahkan bagiku senja itu terlalu menyakitkan, terlalu indah tanpamu, tanpa kita berdua.
Berbulan hingga kini, menyapa senja seperti kembali menggiring laraku. Menyeruak perih seperti luka yg tergores pasir dan air laut. Semuanya begitu serentak meniadakan cinta.
Senja adl luka, senja adl saat untuk membenamkan rindu menelupkan jauh ke dasar jiwa agar terus melupa. Melupakan setiap detik yg pernah kita lewati.
Kita menamakan moment sebelas bulan lalu itu adl kasih sayg. Dimana kita saling memberikan rasa terdalam sebagai manusia, memadukan semua perbedaan dalam satu langkah untuk saling menerima.
Kita memberi rasa rindu dalam tiap detik yg terlewati. Kita tak hendak berpisah oleh angin semilir yg membelai ujung rambut untuk kemudian sebuah kecupan menutup redupnya mata.
Kita menanti ombak kecil yg bermain di pasir pantai, menggiring camar yg berlari kecil di buih air laut. Kita menamai waktu itu adl hari kita.
Kemudian ketika aku dan kamu terhempas dalam sebuah sudut perpisahan. Kita tak lagi menemukan senja sebagai impian yg sering kita kejar di ujung laut. Bahkan bagiku senja itu terlalu menyakitkan, terlalu indah tanpamu, tanpa kita berdua.
Berbulan hingga kini, menyapa senja seperti kembali menggiring laraku. Menyeruak perih seperti luka yg tergores pasir dan air laut. Semuanya begitu serentak meniadakan cinta.
Senja adl luka, senja adl saat untuk membenamkan rindu menelupkan jauh ke dasar jiwa agar terus melupa. Melupakan setiap detik yg pernah kita lewati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar